Diterbitkan Nov 22 2021

Egois demi Menggapai Mimpi: Manfaat Egois untuk Kamu!

4 minute read

Ada yang bilang egois itu nggak baik nanti bakal dimusuhi dan nggak dapat pahala tapi… gue punya pandangan yang berbeda mengenai egois.” 

Beberapa hari yang lalu gue ketemu sama temen lama yang cerita banyak mengenai pencapaiannya. Lucunya gue nggak pernah nyangka ketemuan kali ini bawa banyak banget insight baru bagi diri gue sendiri. Waktu itu dia cerita gimana caranya dia dapat beasiswa sampai keterima di salah satu kegiatan yang cukup besar. Alih-alih nanyain lebih lanjut gue cuman mau tau apa yang dia korbanin sampai ada di titik itu. Yah.. dia bilang ngorbanin waktu dan tenaga udah pasti tapi yang paling banyak dia korbanin adalah perasaan. 

Dia banyak ngorbanin rasa nggak enak nya sama temen, saudara atau orang-orang terdekatnya. “Loh kenapa” tanya gue. Ternyata di balik apa yang ia dapat saat ini terkadang masih banyak orang yang nggak sejalan pemikirannya sama dia. Rasa nggak enak nya saat nolak ajakan temen buat hura-hura, rasa nggak enak nya sama keluarga kalau dia nggak bisa kasih perhatian lebih. Di satu sisi dia anak yang nggak tegaan juga pengen bisa berkembang di dalam lingkungan yang nggak mendukung dia. Sampai ada satu kalimat yang terlintas di benak gue, saat dia bilang “karena nggak ada yang mau tanggung jawab kalau gue gagal, gue cuman mau lindungin diri gue terkadang… karena itu gue egois”.

Yap, cerita singkat itu bikin gue merinding parah… entah kenapa selama ini kita nggak benar-benar hidup untuk kebaikan diri sendiri. Kita terlalu banyak dengerin pendapat orang, ikutin arahan hidup orang, dan mundur kalau kita terlalu bagus dari orang lain. Padahal gue percaya kita punya hak buat ngatur hidup kita tapi entah kenapa masih ada aja batu sandungan yang bikin kita sulit buat maju.

Salah satu issue terbesar saat mau berubah jadi lebih baik adalah omongan “lo kok berubah, ih.. nggak asik lagi.. jangan terlalu tinggi nanti lo kecewa sendiri.. dst”. Kata-kata sederhana ini kadang bikin motivasi kita jadi turun dan balik lagi ke awal di mana kita seharusnya. Sayangnya kebanyakan orang lupa selain ngorbanin waktu, uang, dan tenaga, terkadang perasaan juga perlu dikorbankan. Gue kira buat lo yang nggak tegaan ini penting buat diketahui karena perasaan egois itu nggak papa asal dalam batas tertentu.

Lo tau kan ada istilah narsistik? Sosiopat? Kalau belum coba googling dan balik lagi biar nyambung. Kalau lo udah ada di tahap itu gue rasa kadar keegoisan lo udah terlalu jauh dan nggak sehat. Nah, berbeda dengan egois yang didefiniskan sebagai kecenderungan kita untuk fokus terhadap diri sendiri. Sebenarnya sampai hari ini pun, kita tetap melakukan keegoisan buat diri sendiri. Contohnya, lo bakal mendahulukan kesehatan diri lo saat masa pandemi dengan menjauhi orang yang nggak pakai masker dan menghindari kontak fisik meskipun orang itu mungkin tersinggung. Sama halnya dengan mengubah diri, meskipun kita dipandang egois sebenarnya nggak ada yang salah asalkan nggak menyakiti orang lain bukan?

Faktanya menjadi egois juga memberi manfaat bagi kesehatan mental loh! 

#1 Membantu kita dalam menolong orang lain

Pahami diri sendiri baru orang lain!” pernah dengar nggak kata-kata ini?

Nah, di saat lo egois sebenarnya ada pembelajaran untuk memahami dan mendahulukan diri lo. Inilah masa di mana lo bisa menjadi pribadi yang lebih mandiri dan nggak tergantung sama orang lain. Sebaliknya, lo bakal dengan mudah bantuin orang lain karena orang-orang di sekitar mengandalkan kepribadian yang mandiri.

#2 Meningkatkan fokus dan produktivitas

Di saat egois kita jadi lebih fokus sama apa yang kita mau, ini membuat kita nggak gampang diganggu sama pengaruh orang-orang di sekitar. Coba deh lo bayangin berapa jam yang lo habisin di saat ngegosip bareng teman atau sekadar nongkrong tanpa tujuan yang jelas. Selain fokus kita juga jadi lebih produktif buat memanfaatkan waktu yang ada dengan bijak.

#3 Menjadi lebih optimis

Ada saatnya lo bakal merasa bersalah saat membuang-buang waktu padahal banyak banget antrian kerjaan di depan mata. Di saat egois kita bakal lebih mudah untuk sadar bahwa kita punya tujuan hidup yang jelas. Ini bakal membantu kita kita jadi dengan mudah kembali ke rutinitas yang produktif. Perasaan optimis bakal muncul karena adanya kesan, lo mampu buat berproses demi mimpi lo di masa depan.

Nah.. gimana lo masih ragu buat egois demi mimpi lo? Meskipun masih banyak orang yang berpikir kalau egois itu negatif, gue punya pandangan yang sebaliknya mengenai topik ini. Menurut gue egois itu nggak papa kok asal jangan nyakitin orang lain. Kita emang nggak bisa mengontrol apakah perlakuan kita senantiasa baik di mata orang lain. Tapi, gue harap kalau lo punya niat yang baik percayalah ada jalannya. Buat lo yang masih berjuang dengan sejuta mimpi, keep going! Jangan bimbang karena lo terlalu bagus di mata orang dan jangan mundur di saat lo terlalu jauh dari yang lain.

------------------------------------- Penulis: Lawina Sarita -------------------------------------------

Referensi:

Osteopathy For All. (2020, February 24). 6 reasons to be more selfish when it comes to your own health and wellbeing. Retrieved November 18, 2021, from https://osteopathyforall.co.uk/wellbeing/selfish-own-health-and-wellbeing/

Diceritain bukan layanan cepat tanggap percobaan bunuh diri dan bersifat preventif. Jika membutuhkan layanan cepat tanggap percobaan bunuh diri, harap hubungi layanan profesional yang bisa dijangkau segera.

Kontak layanan percobaan bunuh diri: Layanan Sejiwa (hotline) Hubungi 119 tekan 8.