Diterbitkan Nov 07 2021

Apakah Media Sosial Dapat Merawat Mentalku?

3 minute read

Untuk kamu yang hobi berselancar di media sosial, sudah berapa lama kamu menggunakan akun-akunmu? Apakah kamu benar-benar menikmati saat berkutat dengan media sosialmu? Ataukah, kamu mulai merasa tidak nyaman?

Pada awalnya, kamu merasa jika media sosial adalah tempat yang keren dan dapat membantumu pada hal-hal yang baik. Dari melakukan dan mengembangkan hobi, mendapatkan amunisi energi dari hal-hal yang kamu sukai, sampai wadah untuk menjadikan kehidupan ke arah yang lebih baik.

Tetapi, ketika perasaan-perasaanmu digantikan oleh rasa lelah, resah, takut, hingga mempengaruhi perilakumu ke arah yang negatif; ini menjadi sinyal untukmu bahwa kamu harus merawat kesehatan mentalmu saat bermedia sosial!

Media sosial memanglah tempat yang hebat, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa pembatas antara hal yang membuatmu mendapatkan energi positif dan kecemplung dalam energi negatif sangatlah tipis, bahkan tidak ada. Kamu bisa saja salah langkah hingga membuatmu terjebak dalam energi negatif yang akan mempengaruhi mental dan perilakumu. Walaupun begitu, kamu adalah pelindung untuk dirimu sendiri.

Kuncinya adalah batasan.

Kamu lupa bahwa tujuan awalmu bermedia sosial adalah untuk memanfaatkannya dengan baik dan untuk menghasilkan kebaikan pula. Namun, kamu terlena dengan dunia imajiner yang pada akhirnya membuatmu bertanya-tanya akan kenyamanan yang seharusnya kamu dapatkan dari bermedia sosial. Tahapan ini mungkin akan kamu alami!

Jangan biarkan kamu mengalami hal di atas ya, ayo mulai merawat kesehatan mentalmu!

#1 Kenali Perasaanmu

Kamu harus mengetahui apa yang sebenarnya membuatmu merasa tidak nyaman. Kamu perlu mengenali pemicu emosi negatif yang mempengaruhi perasaanmu dan hari-harimu. Apa saja yang membuatmu resah, sedih, lelah, dan takut? Dan apa alasan yang membuatmu merasa begitu?

#2 Sadari Kendalimu

Kamu perlu menyadari bahwa ada sebagian hal yang bisa kamu kendalikan, sementara sisanya berada di luar kendalimu.. Orang lain dan bagaimana mereka bermedia sosial ada di luar kendalimu. Konten-konten yang mereka upload juga di luar kendalimu. Maka, jangan menaruh fokusmu pada apa yang tidak dapat kamu kendalikan. Tetapi, fokuskan pada apa yang dapat kamu kendalikan saja. Bagaimana kamu bermedia sosial adalah hal yang dapat kamu kendalikan. Konten-konten yang akan kamu lihat juga ada di dalam kendalimu. Jadi, pikirkan saja pada apa yang ingin kamu lihat.

#3 Mute, Block, Unfollow, atau Filter

Gunakan fitur-fitur ini untuk menjaga dirimu dari konten-konten yang dapat memicu rasa lelah, risau, sedih, takut, dan marahmu. Tidak perlu khawatir terhadap bagaimana respon orang lain jika mereka tahu kamu unfollow media sosial mereka karena kamu masih dapat menggunakan fitur mute untuk mengendalikannya. Untuk konten-konten yang muncul berdasarkan algoritma, kamu tetap dapat menyaringnya. Gunakan fitur filter untuk konten yang ingin kamu lihat. Kamu dapat menekan “not interested” terhadap konten-konten yang memicu ketidaknyamananmu.

#4 Istirahat

Kamu perlu beristirahat dari media sosial jika itu sampai mempengaruhi kesehatan mental dan fisikmu. Tidak apa untuk tidak selalu mengikuti berita-berita di media sosial. Tidak apa untuk tidak selalu mengikuti tren di media sosial. Media sosial tidak berhak untuk mengendalikan hidupmu. Hanya kamu yang memahami dirimu dan dapat merawat kesehatan mentalmu. Namun, bukan berarti kamu dapat mengurung dirimu hanya sampai tahap ini. Ingatlah pada tujuan awalmu bermedia sosial. Apakah media sosial ada untuk membuatmu berkembang dan mengeksplorasi dirimu? Jika iya, maka lakukanlah!

#5 Kenali dan Kembangkan Dirimu

Kenali minatmu, kemampuanmu, dan tujuanmu. Apa saja yang ingin kamu lakukan? Apa saja yang dapat kamu lakukan? Dan, apa tujuanmu jika keinginanmu dapat terealisasikan? Ingatlah bahwa setiap orang memiliki porsinya masing-masing. Jangan bandingkan langkahmu dengan langkah orang lain. Buatlah jalan dan tangga-tangga versimu sendiri. Jika orang lain dapat berjalan ke arah timur, mungkin kamu memang tidak dapat berjalan ke arah timur juga, tetapi mungkin kamu dapat berjalan ke arah barat. Eksplor tempatmu di arah yang kamu pilih. Jadikan media sosialmu tempat yang nyaman. Kamu adalah individu yang bebas dan berhak atas hidupmu. Jangan sampai media sosial yang akan mengendalikan hidupmu karena yang dapat merawat dirimu dan kesehatan mentalmu hanyalah dirimu sendiri.

Untuk info lainnya dari Diceritain, kamu bisa cek di Instagram @diceritain.id :) Terimakasih untuk kamu yang sudah membaca, Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan mentalmu ya!

--------------------------------------------Penulis: Syifa Hana Wijaya------------------------------------------

Referensi

  1. Manampiring, H. (2019). Filosofi Teras. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.

Diceritain bukan layanan cepat tanggap percobaan bunuh diri dan bersifat preventif. Jika membutuhkan layanan cepat tanggap percobaan bunuh diri, harap hubungi layanan profesional yang bisa dijangkau segera.

Kontak layanan percobaan bunuh diri: Layanan Sejiwa (hotline) Hubungi 119 tekan 8.