Diterbitkan Jun 28 2021

Menyerah atau Tetap Lanjut: Kamu yang Mana?

6 minute read

Kita berangan-angan dulu yuk!

Saat kamu bekerja di bidang yang kamu sukai, ternyata kamu diharuskan untuk menguasai skill yang benar-benar baru dan berbeda dengan apa yang sering kamu lakukan. Satu hari belajar, kamu belum menguasainya. Seminggu belajar, kamu masih di bawah rata-rata. Sebulan belajar, masih belum menguasai sepenuhnya juga. Ada perasaan sedih, kamu kecewa dengan diri sendiri. Ketika situasi ini menghampiri, kamu lebih sering berpikir seperti apa? 

“Udah aku bilang, aku ngga berbakat nih di bidang ini. Udah lah nyerah aja, biarin orang lain aja yang melakukannya. Aku mau fokus ke bidang yang aku kuasai aja””

ATAU 

“Usahaku masih kurang nih. Untuk menguasai ini aku memang butuh waktu lebih untuk mempelajarinya. Jadi, aku ga akan menyerah” 

Jawaban dari pertanyaan diatas akan menentukan, apakah kamu memiliki growth mindset atau fixed mindset? Tapi sebelum itu, kita bahas sama-sama pengertian mindset dulu yuk!

Apa itu mindset?

Pengertian dari mindset akan kita ambil dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Carol Dweck (2006) dan temannya selama 30 tahun (WOW Banget ga sih?). Nah menurut Dweck, mindset adalah suatu bentuk kepercayaan terhadap sebuah konsep atau pada diri sendiri. Kamu tau ngga sih, ternyata mindset yang kamu miliki akan mempengaruhi pencapaian yang ingin kamu raih lho!

Hah? Kok bisa sih? 

Ternyata, ketika melakukan penelitiannya, Dweck menemukan ada beberapa siswa yang malah menjadi lebih baik setelah mengalami kegagalan, bukannya menjadi terpuruk dan menyerah setelah gagal. Maka dari itu, ia mencari apa sih yang sebenarnya mempengaruhi mereka dan ternyata jawabannya ya si mindset ini.

Carol Dweck juga membagi mindset ini menjadi 2 tipe, yaitu growth mindset dan fixed mindset. Menurut individu dengan fixed mindset, apa yang mereka miliki sejak lahir sampai sekarang tidak akan bisa diubah. Keberhasilan yang mereka raih hanyalah hasil dari bakat yang sudah mereka miliki dari lahir. Sebaliknya, individu yang memiliki growth mindset menganggap keberhasilan sebagai hasil kerja keras mereka dan apa yang mereka terima sejak lahir bisa berubah dan berkembang seiring berjalannya waktu.

Sebenarnya masih banyak hal yang membedakan kedua mindset ini. Apa aja ya?  

Growth Mindset VS Fixed Mindset 

Kedua mindset ini memiliki aturan atau rule mereka sendiri, penasaran kan?

Rule #1 

Fixed Mindset: bakat adalah segalanya dong!

“Aku ingin menunjukkan bahwa aku ini pintar”. Ketika individu dengan mindset seperti ini ditawarkan 2 pilihan berupa mengerjakan tes yang mudah atau tes yang menantang, mereka cenderung memilih tes yang mudah. Seperti kalimat pertama tadi, mereka ingin menunjukkan kepada orang lain bahwa mereka itu berbakat. 

“Aku gamau orang lain tau kelemahanku”. Daripada mencoba mengambil kesempatan untuk memperbaikinya, mereka memilih untuk menyembunyikan. Padahal, bisa saja kelemahan itu menjadi penghalang kesuksesannya. 

Growth Mindset: belajar, usaha, dan lampaui batas!

“Yang terpenting di sini adalah fakta bahwa aku belajar, gagal ataupun berhasil itu bonus untukku”. Bukan berarti mereka tidak peduli dengan ranking atau keberhasilan, tapi mereka lebih mementingkan hasil yang mereka dapat dari apa yang mereka jalani. Nyatanya, mereka adalah individu yang yang nantinya bisa mendapatkan ranking atau pencapaian yang lebih tinggi lho!

Rule #2

Fixed Mindset: usaha? ngapain repot sih?!

“Aku udah berbakat dibidang ini, tanpa berusaha pun aku pasti menang” Dengan bakat saja, mereka percaya mereka bisa mencapai segalanya. Mereka adalah individu yang tidak merasakan artinya “berjuang”. Ketika terus-terusan gagal, mereka tidak akan bisa mengatasinya. Akhirnya? Ya menyerah. 

“Aku ga bakat di sini, ngapain juga berusaha, buang-buang waktu”. Inilah alasan mengapa banyak orang merasa tidak percaya diri. Nyatanya, mereka memiliki potensi yang bisa dikembangkan. Hanya karena pola pikir yang salah, mereka tidak bisa menjadi versi terbaik dari dirinya. 

Growth Mindset: usaha? kunci dari segalanya dong!

“Aku memang ga berbakat, tapi setidaknya aku berusaha!” Ketika seorang individu percaya bahwa mereka mencapai sesuatu atas hasil dari usaha mereka sendiri, itu akan jauh lebih berarti bagi diri mereka. Mereka tahu bahwa usaha itu diperlukan dan akan memicu kemampuannya. Bahkan mereka menikmati proses tersebut lho!

Rule #3

Fixed Mindset: ngelakuin kesalahan? tutupi dan kabur~

“Ujian berikutnya kayaknya aku nyontek aja deh biar nilainya lebih bagus” Seperti rule #2 tadi, ketika  mereka gagal, individu dengan fixed-mindset tidak bisa bangkit dengan cara yang baik. Mereka bisa melakukan kecurangan untuk terlihat “sempurna” dan membuat segala alasan yang dapat membuat diri mereka terlihat lebih baik. 

Growth Mindset: ngelakuin kesalahan? terima dan perbaiki~

“Gapapa, berbuat salah adalah sesuatu yang wajar dan manusiawi” Daripada menutupinya, mereka justru memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar menerima diri dan memperbaiki kesalahan yang ia lakukan. Mereka yakin bahwa kesalahan adalah jalan untuk mencapai apa yang ingin mereka raih. 

Sebenarnya, tidak masalah jika kamu memiliki mindset manapun. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka yang mengembangkan growth mindset akan mendapat lebih banyak keuntungan. Hasil usaha yang didapat oleh individu dengan growth-mindset juga pastinya lebih baik dibanding hasil yang didapat oleh seseorang dengan fixed-mindset. 

Mindset kita bisa diubah ga ya? Sebenarnya, mindset kita ini bisa dikatakan stabil. Namun, mindset juga bentuk dari kepercayaan yang ada dalam diri kita, dan kepercayaan bisa diubah. Maka, mindset pun bisa berubah. Tapi, cara untuk punya growth mindset gimana ya?

Cara meningkatkan Growth Mindset 

Berikut cara meningkatkan growth mindset guna menghasilkan versi terbaik dari dirimu!

  1. Belajar menerima bahwa sebagai manusia, wajar untuk memiliki kekurangan dan melakukan kesalahan. Kekurangan dan kesalahan itu bukanlah sebuah aib yang perlu ditutupi, melainkan sebuah tanda bahwa kamu itu hidup dan sedang berjuang. Malah, kamu bisa mengembangkan diri menjadi lebih baik dengan kegagalan yang kamu alami. Semakin sering kamu gagal, semakin kamu dekat dengan kesuksesan.
  2. Kecepatan kamu meraih sesuatu itu tidak penting. Memangnya kamu dikejar oleh siapa? Yang terpenting adalah di setiap jalan yang kamu lalui, ada usaha yang kamu lakukan. Dengan begitu, kamu  akan menghasilkan kinerja yang lebih baik. Ingat, setiap manusia itu unik. Maka dari itu, kamu punya garis “start” dan garis “finish” sendiri. Bukankah begitu?
  3. Hadapi setiap tantangan dengan berani. Banyak yang merasa untuk takut memulai sesuatu yang baru karena sejak awal individu ini sudah menganggap apa yang mereka lakukan adalah sebuah beban. Cobalah untuk merubah pikiran “beban” itu menjadi sebuah “peluang” atau semacam “petualangan”. Dengan pikiran ini, kamu akan lebih bebas mengeksplor apa yang ada di luar diri kamu. 

Keuntungan memiliki Growth Mindset 

Pertanyaannya adalah, kenapa kita harus mempunyai dan meningkatkan growth mindset? 

  1. Mengembangkan growth mindset bisa menjadikan kontribusi yang kamu berikan pada hidup menjadi lebih bermakna dan menghargai setiap usaha dan tantangan yang sudah kamu jalani. 
  2. Mengembangkan growth mindset bisa membuat kamu akan menjadi lebih fokus pada usaha yang kamu lakukan. Dengan begini, kamu akan menghasilkan kinerja yang lebih baik. 
  3. Mengembangkan growth mindset bisa membuat kamu menjadi orang yang tidak takut untuk gagal dan semakin dekat dengan kesuksesan 

Gimana? Mau tetap berada di lingkaran yang sama atau keluar dan mulai menjelajah nih? Pilihan ada di tanganmu. Sampai jumpa di artikel selanjutnya! Yang pasti, Diceritain akan membahas hal yang lebih menarik lagi :) 

Untuk info terbaru dari Diceritain, bisa langsung cek Instagram @diceritain.id ya :)

Di sini, untukmu

#diceritain

Referensi

Davis, T. (2019, April 11). 15 Ways to Build a Growth Mindsets. Retrieved 23 Februari 2021 from https://www.psychologytoday.com/intl/blog/click-here-happiness/201904/15-ways-build-growth-mindset 

Dweck, C. S. (2009). Mindsets: Developing talent through a growth mindset. Olympic Coach, 21(1), 4-7.

Sawitri, N. L. P. D. (2019). Memberikan pujian yang tepat menurut growth mindset. Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar, 2(2), 51-60.

Diceritain bukan layanan cepat tanggap percobaan bunuh diri dan bersifat preventif. Jika membutuhkan layanan cepat tanggap percobaan bunuh diri, harap hubungi layanan profesional yang bisa dijangkau segera.

Kontak layanan percobaan bunuh diri: Layanan Sejiwa (hotline) Hubungi 119 tekan 8.